Popular Post

Archive for Oktober 2014

KREDIT GUNA BHAKTI (KGB)

By : Unknown

KREDIT GUNA BHAKTI DI BANK BJB KCP SINDANGKASIH
4.1 Praktek Kerja
4.1.1 Tahap Persiapan
Tahap persiapan dimulai pada pukul 07.30 WIB. Penulis sebagai siswa yang sedang melakukan Praktek Kerja Industri (prakerin) dianjurkan untuk melakukan beberapa pekerjaan atau aktifitas sebelum tahap pelaksanaan tiba.
4.1.2    Tahap Pelaksanaan
1.      Staf KGB mengecek ulang semua transaksi yang telah dilakukan sebelumnya, kemudian disetorkan kepada manager untuk diperiksa.
2.      Staf KGB merekap dan memasukannya pada computer.
3.      Staf KGB menerima nasabah yang akan mengajukan pinjaman dengan memberikan pengarahan-pengarahan terlebih dahulu.
4.1.3 Tahap Pengujian
                       Tahap pengujian dilakukan setelah jam kerja siswa prakerin selesai, dengan cara menanyakan apakah ada keluhan atau tidak pada saat tahap pengerjaan.
4.2        Pembahasan Masalah
4.2.1  Pola Penyaluran Kredit Guna Bhakti (KGB)
Dalam ketentuan penyaluran kredit ini terbagi atas tiga pola penyaluran yaitu sebagai berikut :



  1. Pola 1
penyaluran kredit untuk debitur yang gajinya telah dibayarkan melalui bank yang meliputi PNS Daerah, PNS Pusat, CPNS, Anggota TNI, Anggota POLRI, Pegawai BUMN/BUMD, Kepala daerah dan Wakil, dan Anggota DPR/DPRD.
  1. Pola 2
Penyaluran kredit untuk debitur yang gajinya belum dibayarkan melalui Bank yang meliputi PNS daerah, PNS Pusat, CPNS, Anggota TNI, Anggota POLRI, Pegawai BUMN/BUMD, Kepala daerah dan Wakil, dan Anggota DPR/DPRD melalui kerjasama dengan instansi atau perusahaan tempat Debitur Bekerja.
  1. Pola 3
Penyaluran Kredit untuk debitur yang gajinya telah dibayarkan melalui Bank yang meliputi pegawai perusahaan swasta melalui kerjasama dengan perusahaan tempat debitur bekerja.
4.2.2  Persyaratan Pegawai BUMN dan BUMD
1.   Mengisi formulir permohonan kredit beserta lampirannya.







2.   Asli surat keputusan pengangkatan calon pegawai/sejenisny
Gambar 4.1



3.   Asli surat pengangkatan pegawai/sejenisnya.
Gambar 4.2


4.   Asli surat keputusan kepegawaian/kepangkatan terakhir atau sejenisnya.
Gambar 4.3


5.   Copy kartu TASPEN atau kartu dana pensiun.
Gambar 4.4



6.   Daftar gaji yang dibuat oleh bendahara gaji dan diserujui oleh atasan langsung.
Gambar 4.5
7.   Copy ledger gaji trakhir yang telah dilegalisir oleh bendahara gaji.
Gambar 4.6
8.   Untuk debitur yang pengajuan pelafond kreditnya diatas Rp 100. 000. 000, agar dilengkapi dengan NPWP debitur tersebut.
Gambar 4.7










9.   Copy kartu keluarga.
Gambar 4.8

10.  Copy katru pegawai (Karpeg).
Gambar 4.9


11.  Copy surat/akta nikah.
Gambar 4.10
12.  Copy kartu tanda penduduk pemohon beserta suami/istri yang masih berlaku.
Gambar 4.11

13.  2 (dua) lembar pas photo pemohon beserta suami/istri ukuran 3x4 cm.
                      
Gambar 4.12
14.  Nama keluarga yang dapat dihubungi, namun alamat tidak sama.
4.2.3      Perhitungan Kredit Guna Bhakti (KGB)
Dalam realisasi kredit bank hanya menyetujui pencairan kredit oleh calon debitur, bila syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh debitur telah dilaksanakan seperti membayar segala biaya-biaya pencairan (Biaya provisi 0,20%,asuransi materai) dan diikatnya jaminan-jaminan yang diperlukan sebelum krebit guna bhakti (KGB) Dicairkan, calon debitur diminta datang bersama istri/suaminya untuk menandatangani semua dokumen-dokumen perjanjian kredit jika calon debitur telah datang bersama istri/suaminya maka petugas administrasi kredit segera menyiapkan nota debit atas pembayaran biaya-biaya realisasi untuk mengurangi plafond kreditnya berati biaya-biaya administrasi kredit dipotong langsung dari plafond yang disetujui.
Setelah itu barulah debitur menandatangani perjanjian kredit dan surat bukti atas penahanan asli barang jaminan yang telah disimpan oleh bagian administrasi kredit diatas matrai Rp 6000,- Kemudian debitur diminta untuk menyerahkan semua asli barang jaminan seperti SK asli calon pegawai (80%), SK Pengangkatan (100%). SK terakhir atau berkala dan TASPEN.
Dan setelah itu petugas administrasi kredit memberikan surat bukti tanda penyerahan jaminan. Setelah itu bank memblokir tabungan debitur sebesar 1x angsuran debitur. Blokiran tersebut dapat diambil setelah debitur melunasi pinjamannya. Kemudian bagian administrasi kredit dan debitur menghadap pimpinan cabang untuk disetujui realisasi pinjaman tersebut. Setelah semuanya ditandatangani oleh pimpinan cabang maka debitur segera ke Teller untuk mencairkan dana kreditnya.
Besarnya potongan/angsuran perbulan dapat dihitung sebagai berikut :
a.    Bunga kredit :
B = n x I x p
b.   Angsuran perbulan :
Ap =  B + P
          (n x 12)
           
Keterangan : P = Plafond kredit
 I = Tingkat bunga     
 N = Jangka waktu
 B = Bunga kredit
 Ap = Angsuran prbulan
              Contoh soal :
                        Tuan Erik seorang pegawai PEMDA Ciamis mendapat persetujuan Kredit guna bhakti (KGB) dari bank Bjb Kcp  sebesar Rp 12.000.000,- dengan bunga 9% per tahun. Jika waktu 1 tahun sistem perhitungan bunga yang digunakan bank bjb dalam kredit ini yaitu Flat, angsuran dibayar setiap bulan. Biaya-biaya telah dibayar dimuka, untuk mengetahui berapa jumlah bunga tuan Erik selama satu tahun dan berapa besar angsuran perbulan yang Sindangkasih harus dibayar tuan Erik dapat dikerahui dengan perhitungan bunga, sebagai berikut:
              Dik:   P = Rp 12.000.000,-
N = 1 tahun
                        I = 9% pertahun
              Dit: a. Bunga kredit..?
                    .b. Angsuran perbulan..?
              Jawab:
a.         Jumlah bunga tuan Erik selama 1 tahun
B = n x i x p
 = 1 x 9% x Rp 12.000.000,-
 =Rp 1.080.000,-
Jadi jumlah bunga Tuan Erik adalah Rp 1.080.000,-
b.         Besarnya angsuran Tuan Erik setiap 1 bulan
Ap =       B + P
                   (n x 12)
                  = 1.080.000 + Rp 12.000.000
                  = 13.080.000
                        12
                  = Rp 1.090.000
Jadi besarnya angsuran Tuan Erik adalah Rp 1.090.000,-

my Laporan

By : Unknown


BAB I
PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang
Praktek kerja industri (Prakerin) merupakan suatu kegiatan Program Pendidikan Sistem Ganda (PSG) dari sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Prakerin menjadikan siswa siswi bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas dan mampu bekerja sesuai dengan bidangnya selain itu sebagai study banding antara ilmu yang didapatkan di sekolah dengan kenyataan yang ada di perusahaan atau di bank. Diharapkan para siswa siswi bisa mendapatkan pengetahuan dan pengalaman serta wawasan yang lebih luas tentang dunia kerja dan dunia industri.
Sebaagai Bentuk aplikasi dan merupkan program kerja Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pelaksanaan prakerin di laksanakan sesuai dengan program keahlian siswa siswi sesuai dengan bidang kejuruan yang dimasukinya. Oleh karna itu Kejuruan Perbankan Melaksanakan Program tersebut Di perbankan Nasional diantaranya Bank Bjb.
Bank Bjb Kcp Sindangkasih adalah suatu bank yang menyediakan kredit consumer, dilihat dari kehidupan sehari hari berbisnis disegmen kredit consumer berate dalam  melakukan strategi untuk mengurangi resiko secara lebih baik. Pada kondisi tertentu, pasar kredit consumer juga menjanjikan kepastian pembayaran kredit dengan resiko lebih rendah. Salah satu jenis kredit consumer yang dikeluarkan oleh Bank Bjb Kcp Sindangkasih adalah Kredit Guna Bhakti (KGB). Dimana pengambilan kredit berasal dari pendapatan atau gaji yang diterima oleh debitur setiap bulannya. Kredit ini hanya dibrikan kepada golongan debitur yang memiliki penghasilan tetap sehingga dapat kepastian sumber pengambilan kredit.
Dari Latar  diatas dan pengalaman penulis saat melakukan PRAKERIN (Praktek Kerja Industri) di BJB Kcp Sindangkasih  penulis banyak menemukan permasalahan mengenai Kredit Guna Bhakti (KGB). Karena idealnya siswa yang mengambil jurusan PBS (Perbankan Syariah) dianggap mampu melakukan hal tersebut. Dari Latar belakang tersebut penulis tertarik mengangkat sebuah judul yaitu “Kredit Guna Bhakti di Bank BJB Kcp Sindangkasih.”
1.2  Rumusan Masalah
Rumusan masalah dikemukakan untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang akan dibahas sehingga akan memudahkan untuk diteliti. Ada beberapa hal yang menjadi rumusan masalah dalam penulisan laporan ini yang akan dibahans diantaranya adalah :
1.    Bagaimana pola penyaluran Kredit Guna Bhakti ?
2.    Bagaimana cara perhitungan Kredit Guna Bhakti ?



1.3  Tujuan
Tujuan merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan arah bagi suatu kegiatan, begitu pula dalam kegiatan penelitian senantiasa diperlukan dengan adanya hasil akhir kegiatan yang ditentukan guna tercapainya tujuan yang telah direncanakan.
Adapun tujuan laporan ini :
1.    Untuk mengetahui pola penyaluran kredit guna bhakti
2.    Untuk mengetahui cara perhitungan kredit guna bhakti
1.4  Manfaat
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi banyak orang secara teoritis hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan pengetahuan bagi peneliti melalui praktek di lapangan dan memberikan pengetahuan dan masukan bagi siswa yang mengambil jurusan PBS (Perbankan Syariah).
Adapun manfaat penulisan laporan ini :
1.    Dapat mengetahui pola penyaluran kredit guna bhakti.
2.    Dapat mengetahui cara perhitungan kredit guna bhakti.



1.5  Lokasi dan Objek
Lokasi objek tempat penulis melakukan PRAKERIN adalah di BANK BJB kantor cabang Sindangkasih jl. Blok pengkolan, Sindangkasih Ciamis dan Menara Bank Bjb jln. Naripan No 12-14 Bandung 40111 P.O.BOX 1355 Telp. (022) 84555888, 4234868

- Copyright © Tika kava lis - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -